Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan,Kemiskinan dan Keterbelakangan
pada November 18, 2011
World Population Growth 2050Pertumbuhan penduduk
terjadi menurut deret ukur sedangkan pertumbuhan produksi berlangsung
secara deret hitung. Sebab itu akan terjadi peledakan penduduk yang
berakibat kelaparan dan kematian. Keyakinan ini pertama kali dikemukakan
oleh Prof. Thomas Robert Malthus (Universitas Cambridge, 1785). Akan
tetapi Prof. Simon Kuznets membantahnya 173 tahun kemudian. Secara
ilmiah ia membuktikan bahwa Malthus sama sekali salah. Untuk itu ia
mendapat hadiah Nobel di bidang ekonomi pada tahun 1971.
Menurut Kuznets, pertumbuhan ekonomi berlangsung paling pesat pada
saat pertumbuhan penduduk paling cepat pula. Keadaan ini dibuktikan oleh
Eropa selama 100 tahun industrialisasi di Eropa. Prof Yamomoto di
Jepang juga mempunyai keyakinan yang sama berdasarkan observasinya bahwa
pertumbuhan ekonomi di Jepang paling tinggi terjadi dalam tahun
1970-an. Ia menunjuk ketika Jepang secara dramatis mengambil alih
pasaran produksi mobil dunia selama 30 tahun terakhir abad ke-20.
Alasan utama korelasi antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi sebenarnya sederhana. Yaitu terdapatnya permintaan sangat besar dalam penduduk yang bertumbuh. Terdapat lebih banyak pembeli untuk produk yang dihasilkan, sehingga secara alamiah produksi makin tumbuh dan makin banyak orang bekerja, dengan demikian kemiskinan terhapus. Pertumbuhan penduduk adalah stimulus terbesar untuk kemajuan ekonomi. Tekanan karena pertumbuhan penduduk pada sumber daya yang terbatas pada saat tertentu di suatu daerah tertentu menjadi daya dorong paling besar terhadap inovasi teknologi dan peningkatan produksi. Dengan demikian Thomas Malthus, seorang pastor Inggris yang pertama-tama bicara tentang peledakan penduduk dengan akibat kelaparan dan kematian terbukti salah berkali-kali.
Akan tetapi hasil seperti ini tidak akan terjadi bila daya beli dihilangkan dari penduduk yang tumbuh. Penduduk tidak bisa membeli bila mereka tidak memiliki uang. Mereka tidak punya uang karena gaji yang rendah. Karena penghasilan yang seharusnya mereka terima tersedot oleh pembayaran hutang nasional dan internasional, oleh berbagai pemotongan pajak khusus untuk investasi asing (seperti tax holiday /bebas pajak untuk waktu tertentu), dan lebih-lebih oleh korupsi dan suap. Maka pendapatan yang seharusnya diterima masyarakatto, semua itu beralih menjadi milik para pejabat dan orang-orang tertentu.
Bagi para politikus, mereka lebih senang menyerang jumlah penduduk kalau mereka tidak mempunyai obat untuk menghilangkan kemiskinan dari masyarakat disebabkan suap dan korupsi yang telah berurat akar. Karena tiadanya kesediaan mereka menutup bocornya dana kepada beberapa orang tertentu. Kemiskinan adalah akibat kolusi pemerintah dan pengusaha.
Alasan utama korelasi antara pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi sebenarnya sederhana. Yaitu terdapatnya permintaan sangat besar dalam penduduk yang bertumbuh. Terdapat lebih banyak pembeli untuk produk yang dihasilkan, sehingga secara alamiah produksi makin tumbuh dan makin banyak orang bekerja, dengan demikian kemiskinan terhapus. Pertumbuhan penduduk adalah stimulus terbesar untuk kemajuan ekonomi. Tekanan karena pertumbuhan penduduk pada sumber daya yang terbatas pada saat tertentu di suatu daerah tertentu menjadi daya dorong paling besar terhadap inovasi teknologi dan peningkatan produksi. Dengan demikian Thomas Malthus, seorang pastor Inggris yang pertama-tama bicara tentang peledakan penduduk dengan akibat kelaparan dan kematian terbukti salah berkali-kali.
Akan tetapi hasil seperti ini tidak akan terjadi bila daya beli dihilangkan dari penduduk yang tumbuh. Penduduk tidak bisa membeli bila mereka tidak memiliki uang. Mereka tidak punya uang karena gaji yang rendah. Karena penghasilan yang seharusnya mereka terima tersedot oleh pembayaran hutang nasional dan internasional, oleh berbagai pemotongan pajak khusus untuk investasi asing (seperti tax holiday /bebas pajak untuk waktu tertentu), dan lebih-lebih oleh korupsi dan suap. Maka pendapatan yang seharusnya diterima masyarakatto, semua itu beralih menjadi milik para pejabat dan orang-orang tertentu.
Bagi para politikus, mereka lebih senang menyerang jumlah penduduk kalau mereka tidak mempunyai obat untuk menghilangkan kemiskinan dari masyarakat disebabkan suap dan korupsi yang telah berurat akar. Karena tiadanya kesediaan mereka menutup bocornya dana kepada beberapa orang tertentu. Kemiskinan adalah akibat kolusi pemerintah dan pengusaha.
sumber : http://namakuvee.wordpress.com/2011/11/18/pertumbuhan-penduduk-dan-kelaparankemiskinan-dan-keterbelakangan/
http://www.slideshare.net/
0 komentar:
Posting Komentar